Rumah Sakit:Teguran di kala iman kendur

By:Eyin

Tatkala iman mengendur,amalan-amalan yaumi  yang kita  lakukan seolah serasa hanya sebuah kewajiban semata.Shalat 5 waktu seolah sebuah setoran,tilawah Alqur’an dibaca beberapa ayat saja,Puasa sunnah hampir tak pernah ,tidur di rumah lebih disukai ketimbang ikut kajian di kampus padahal nikmatnya iman terasa ketika kita begitu mencintai amalan-amalan ini,merindukan suasana dekat dengan Allah dan begitu sedih ketika terlewatkan tak mengerjakannya.

Sore ini saya,mbak uli dan mbak iva berkunjung lagi ke Rumah sakit menjenguk orangtua akhwat.Hampir 1 bulan yang lalu saya kesini dalam hal yang sama artinya telah sebulan beliau koma.Rasanya saya hanya bisa mendoakan beliau semoga diberi kesembuhan dan cepat sadar,melihat kondisi beliau dengan selang infus dimana-mana,badan pucat  rasanya airmata ini tak hentinya berdoa,hati ini terus berucap:Betapa Kuasa nya Engkau Wahai Allah.belum lagi di ruang ICU lain yang dapat kami lihat,sahabat-sahabat yang sedang  berjuang hidup,ada yang nafasnya tersengal-sengal,ada yang  baru habis kecelakaan bahkan yang dipanggil Allah saat itupun banyak.

Yang paling membuat saya tergugu adalah saat saya shalat di masjid RSSA malang,rasanya airmata ini tidak hentinya menangis kala mendengar imam memimpin 1 do’a yang sama,do’a meminta kesembuhan dan ketabahan.ya,saya mendengar banyak tangisan disini,tangisan penuh takut dan harap.

Ada banyak hal yang sebenarnya mampu menggugah kita untuk memperbaiki diri,banyak sekali peristiwa yang Allah sajikan untuk mengingatkan manusia.Sayang,banyak kita kurang jeli melihat suatu teguran ini. Banyak dari kita masih suka menunda waktu shalat,keasyikan ber chating ria hingga lupa tilawah,jika ini terjadi.ayo kawan segera  kita amputasi kesalahan dan dosa kita.saya yakin kita tidak mau terus berlarut dalam genangan dosa.ayo menyegerakan meminta dan mencari nasihat,kita bisa mendapatkannya dengan ziarah kubur,berkunjung ke Rumah sakit.karena,kita tidak akan pernah tahu,kapan kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri..

Bukankah gunung yang tinggi terbentuk dari batu-batuan yang kecil

Bukankah dosa kecil yang bertumpuk akan menjadi dosa-dosa besar pula

Teruslah memperbaiki diri,sebelum Allah memanggil


NB:Untuk Ukhti Rina,semoga ayahanda cepat sembuh

27 thoughts on “Rumah Sakit:Teguran di kala iman kendur

  1. Begitu juga dengan kakak saya, yang kemarin sempat dirawat selama 12 hari di RS.. kini kakak harus menjalani pengobatan yang tidak sebentar..

    Semua peristiwa ini mengajarkan banyak hal kepada kita, tentang ingat maut, kekayaan rasa syukur, kelapangan untuk bersabar, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, juga mengingatkan akan hakikat tawakkal hanya kepada Allah…

  2. Terima kasih telah saling mengingatkan kita semua untuk selalu mengingat Allah SWT. Memang kadang kita begitu silau dengan gemerlap dunia hingga kadang melalaikan kewajiban yang seharusnya kita tunaikan.

  3. sewaktu2 memang perlu kita mengunjungi RS dan melihat2 kondisi pasien didalamnya.. itu digunakan sebagai muhasabah diri,,,

    salam kenal kembali dari dhila13.wordpress.com mba Erlin..🙂 *saya cantumkan akun twitter sy.. hehe, maaf numpang promo:mrgreen:

  4. sewaktu2 memang perlu kita mengunjungi RS dan melihat2 kondisi pasien didalamnya.. itu digunakan sebagai muhasabah diri,,,

    salam kenal kembali dari dhila13.wordpress.com mba Erlin.. *saya cantumkan akun twitter sy.. hehe, maaf numpang promo

  5. iya yaa,, kita kadang suka lupa,, orang tak pernah terjatuh oleh batu yang besar tetapi oleh sandungan batu-batu kecil yang tak terlihat..

  6. berusaha semaksimal mungkin menghancurkan batu kerikil kecil yang ada pada diri kita seupaya gak makin meninggi dan terus meninggi😦 terus berusaha.. bertaubat.. berdoa… insya Allah kita akan mendapat keridhoan-Nya

  7. Dari Abu Darba RA ” Ada tiga hal yang aku sukai, tapi orang lain tidak menyukainya yaitu : miskin, sakit dan kematian. Dengan kemiskinan aku lebih khusyu beribadah, dengan sakit,berguguranlah dosa, dan dengan kematian aku bisa bertemu sang pencipta”. Salam kenal dari Mukti Hidayatullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s