Pergaulan Yang Terjaga

By :Eyin

Seringkali kita melihat kasus ikhwan dan akhwat yang notabenenya adalah aktivis dakwah yang tingkah lakunya menjadi contoh bagi teman-teman ammah nya malah melanggar hal-hal syar’I .Mereka kebanyakan faham namun lalai akan hal ini.Seringkali kita memahami ikhtilat hanya sebatas parsial yaitu tidak boleh berdua-duaan di tempat sepi karena yg ketiga adalah syetan.Setelah saya memahami dan menyimak kajian-kajian dan diskusi diskusi ringan terkait materi fiqh ikhtilat banyak hal yang sebenarnya menjadi koreksi untuk saya dan antuma semua .Misalnya jelas pada kasus mempertegas suara bagi perempuan,bahwa perempuan dilarang untuk mendayu-dayukan suara di depan lelaki karena disinyalir akan membangkitkan rangsang bagi kaum lelaki (hiiiiyh).”Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya ..”(Al Ahzab:32)

Selain itu pula ada berjuta-juta kasus(lebay ya..) yang seharusnya menjadi perhatian dari kita.Contohnya,kebanyakan dari kita hobinya bercandaan dengan lawan jenis dimanapun berada ,termasuk lewat hp(sms rek!) .Bagi aktivis yang faham tentang tidak ahsannya bercandaan dengan “ikhwan”,mereka memlih lewat sms supaya gak ketahuan yang lain (ngaku!!!) ,seringkali lambang “^-^” ,panggilan “adek,abang,mas,”.menghiasi sms ke lawan jenis,si penerima pun senyam senyum disana(Prikitiew) .Secara tidak sadar bahwa ada pelaku ketiga yg bermain disini(Syetan.com),dari bercandaan muncullah benih-benih cinta(lah ini artikelnya gak nyambung..wkwk),timbul saling perhatian,kangen karena gak smsn 1 menit saja(halahhh),Hingga kadang keasyikan membaca sms dari si penahluk hati daripada membaca surat cinta-NYA (AlquR’an ,red).Nauzubillah ayo koreksi diri kita yuk.Mungkinkah antum bersedih hati.Kekasih yang selama ini memperhatikan tingkah kita siang dan malam,memberI kasih sayAng yang luar biasa bisa kalah dengan si penahluk??Hari-hari kita sibuk dengan ngurusin si dia(prêt!!!).mungkin dari kita ada yang berpikir apa salahnya bercandaan,Rasulullah loh suka bercanda dengan Aisyah ..Ya beda lah ,beliau kan istrinya.Perlu ditekankan disini bahwa islam bukan agama yang kaku,saklek.Tidak sama sekali!Islam hidup,aktif,bergerak,dan berdetak dalam keseharian manusia.Dari Islam lah diajarkan tentang pemurnian cinta.Bagaimana sesungguhnya islam ingin agar manusia benar-benar mencintai Kekasihnya tanpa ada cinta dari yang lain,Allah itu pencemburu loh.Mengutip status saya di facebook,”Bagaimana mungkin aku memadukan cinta pada Mu dengan cinta yang lain dalam 1 hati”.Kalau di runut,sangat benar apa yag tertulis,bahwa cinta memiliki kecenderungan ke 1 pihak.Jadi kesimpulan dari saya”mari menjaga Hati untuk Sang Pemilik Hati”.Urusan cinta yang lain??gampang,serahkan pada Ahlinya.

Dari tadi saya thok yang mendominasi(maksa).Supaya artikel ini jelas juntrung kemana,yuk di simak.Beberapa tips pergaulan seperti yang di nukilkan oleh Al-Imam Prof Yusuf Al-Qardawi dalam himpunan fatwa Muasirrah:

1. Menahan padangan dari dua belah pihak. Maksudnya tidak boleh melihat aurat, tidak boleh melihat dengan pandangan syahwat dan tidak memandang lama tanpa ada sebarang keperluan. Firman Allah swt :-

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka ……” [Surah al-Nur : 30-31]

2. Pihak wanita hendaklah memakai pakaian yang sopan menurut syara’, iaitu pakaian yang menutup seluruh tubuhnya selain dari wajah/muka dan tapak tangannya. Tidak boleh memakai pakaian yang nipis dan yang menampakkan sosok badannya. Firman Allah swt :-

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“….dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka….” [Surah al-Nur : 31]

Pakaian tersebut juga dapat membedakan diantara wanita yang baik dan wanita yang tidak baik.

3. Hendaklah menjaga adab2 sebagai seorang muslimah didalam semua keadaan, terutama apabila bergaul dengan lelaki:

a. Perkataan – menjauhkan dari menggunakan perkataan yang merayu, menggoda dan membangkitkan rangsangan.

b. Berjalan – jangan memancing pandangan orang.

c. Pergerakkan – tidak melenggang-lenggok.

4. Menjauhkan dari memakai bau-bauan yang wangi dan warna2 yang menarik perhatian lelaki.

5. Jangan berdua-duaan diantara lelaki dan wanita tanpa disertai oleh mahram.

6.Pergaulan itu didalam batas2 keperluan saja, tidak berlebih2an

Berikut pula adalah batasan2 yang dinyatakan oleh Majlis Fatwa dan Penyelidikan Eropa :-

1. Khalwat – perempuan dan lelaki berdua-duan disuatu tempat yang tidak ada orang yang nampak

2. Perhiasan wanita – wanita tidak menutupi apa yang Allah perintah keatas tubuhnya, atau memakai minyak wangi, perhiasan barangan kemas atau percakapan yang boleh menarik minat lelaki kearah perkara2 yang tidak baik atau perasaan mereka.

3. Sentuhan fisikal – bersentuh lelaki dan perempuan

Menurut Majlis Fatwa Eropah bahawa jika 3 perkara ini dapat dielakkan, maka tidak ada bantahan bagi mereka menyertai apa2 majlis terebut.

Rujukan Fatwa : http://www.islamonline.net/

——–

Syiekh Muhammad al-Munajjid juga ada mengariskan beberapa batasan2 yang tertentu didalam pergaulan tersebut, diantaranya :-

1. Menjauhkan dari berkata2 yang diluar topik.

2. Tidak membuat lawak atau melembutkan suara

3. Tidak bertanya mengenai perkara pribadi (personal) eg: umur dsb.

4. Berhenti bercakap jika berlaku keinginan didalam hati.

————-

Demikianlah seperti yang dijelaskan oleh para ulama’.

Kesimpulannya, lelaki dan wanita bukan mahram dibenarkan bergaul dengan mematuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh Islam.

One thought on “Pergaulan Yang Terjaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s