Akuakultur

Akuakultur merupakan nama untuk semua jenis daerah air atau lahan basah, dimana hewan dan tanaman air dibudidayakan. Masyarakat sangat tergantung pada laut dan sumberdayanya. Kehidupan dan mata pencaharian sebagai nelayan merupakan bagian dari tradisi dan budaya masyarakat kita. Ikan merupakan bagian penting dari makanan dan merupakan sumber pendapatan yang menguntungkan.Tak hanya di daerah pantai, di daerah pedalaman pun akuakultur menyediakan ikan dan produkproduk lain seperti udang, lele, belut, kangkung, talas, teratai, dan sebagainya, untuk makanan dan pendapatan. Membudidayakan ikan hanyalah salah satu bagian dari suatu sistem akuakultur yang sehat. Ada banyak faktor lain yang membantu sistem itu tetap sehat dan produktif. Tanaman air, bakteri, serangga, pepohonan dan hewan-hewan lain, semuanya memiliki peran yang penting dalam suatu sistem akuakultur.
Mengapa Akuakultur Penting?

Akuakultur sangat penting karena banyak manfaatnya, antara lain:
• Ikan dan hewan air lainnya merupakan sumber protein dan gizi lainnya yang sangat baik. Hanya sebuah kolam kecil saja akan dapat memberikan cukup ikan untuk peningkatan gizi keluarga, terutama anak-anak.Dagingnya dapat dikonsumsi dalam bentuk segar sesuai kebutuhan sehinggatidak sampai ada yang busuk atau terbuang. Ikan juga dapat diperdagangkan atau dikeringkan untuk dikonsumsi kemudian.
• Dapat memberikan lebih banyak daging untuk areal lahan yang sama daripada yang bias disediakan oleh binatang lain. Ini merupakan cara yang paling efisien untuk menghasilkan daging berkualitas tinggi dengan kandungan protein yang lebih banyak.
• Dapat memberikan pendapatan tambahan keluarga dan masyarakat.
• Setelah ikan dipanen, kolam dapat dibersihkan dan dasar kolam serta kotorannya dapat dipergunakan sebagai pupuk tanaman yang memiliki kualitas tinggi, kaya akan nitrogen dan sangat kuat sehingga untuk penggunaanya harus dicampur dengan air terlebih dahulu. Air kolam
juga merupakan pupuk, tapi dengan kekuatan yang lebih rendah. Jika kolam dekat dengan kebun, maka beban kerja untuk mengangkut ataumembawa air untuk menyirami kebun bisa dikurangi
• Sistem akuakultur merupakan suatu cara yang sangat baik untuk mengubahkotoran hewan dan sampah tanaman menjadi makanan ikan dan pupuk tanaman air.
• Dapat memanfaatkan lahan yang memiliki produktivitas rendah atau lahan yangtidak terpakai, misalnya lahan rawa atau payau.
• Produksi padi, ayam, babi, dan bebek, semuanya dapat dikombinasikan dengan akuakultur untuk meningkatkan produksi dalam kedua sistem yang bergabung tersebut. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan terasering, sengkedan, dan tangkapan-tangkapan air lainnya.
• Sistem akuakultur membantu aliran air dan drainase di musim hujan. Di musim kemarau, sistem ini menyediakan suatu penyimpanan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanaman dan hewan.
• Sistem akuakultur mengubah dan memodifikasi iklim. Sistem ini membuat suhu sekitarnya sejuk sehingga iklim menjadi lebih nyaman. Ini sangat menguntungkan bagi tanaman serta lingkungan sekitar rumah.

• Sistem akuakultur akan menarik burung, katak, serangga yang berguna, serta predator hama
lainnya. Hal ini akan membantu meningkatkan penyerbukan tanaman, serta mengurangi masalah
hama di sekitar lingkungan akuakultur.Disini ini akan menjelaskan bagaimana membuat dan mengelola suatu sistemakuakultur, bagaimana memanfaatkan semua manfaat tambahan dan bagaimana mengintegrasikan akuakultur ke dalam produksi hewan dan tanaman lain.
Langkah demi Langkah Sistem Akuakultur

Suatu sistem akuakultur, baik itu besar atau kecil, akan lebih mudah dibuat dan dipelihara jika tetangga dan masyarakat bekerjasama. Tujuannya adalah:
• Untuk membuat suatu kolam atau beberapa kolam yang produktif dan sehat
• Untuk membuat kolam-kolam dengan tepi sebanyak mungkin. Lebih banyak tepi = lebih banyak makanan ikan = ikan yang lebih besar dan sehat.
• Untuk menghasilkan produk yang beraneka ragam dari areal yang sama.

KEBUTUHAN SISTEM AKUAKULTUR PRODUK SISTEM AKUAKULTUR
Bahan konstruksi, tenaga kerja, air, tanaman
air, pohon dan tanaman, benih ikan, udang,
belut, pakan ikan, oksigen dalam air
Ikan, udang, belut, sayuran (tanaman air),
pupuk, mulsa, iklim yang sejuk, produk tepi
kolam (bambu, pepohonan, buah-buahan)

Lokasi

Kolam ikan memerlukan pasokan air yang terus-menerus. Oleh karenanya, kolam ini harus berlokasi dekat dengan sumber air, seperti saluran irigasi, sungai, mata air, atau air rumah. Untuk sungai, berhati-hatilah untuk tidak memilih daerah yang rawan banjir saat musim hujan.Lahan dengan kemiringan landai akan memudahkan pengeringan dan pembersihan kolam ikan atau untuk mengalirkan air masuk dan keluar kolam. Ini sangat berguna jika menginginkan lebih dari satu kolam dalam suatu sistem akuakultur di lahan Anda. Lahan yang datar juga baik, tapi sedikit lebih banyak memerlukan kerja untuk perawatan dan pasokan airnya. Lahan yang sangat curam jauh lebih sulit untuk diolah dan memerlukan lebih banyak perawatan. tanaman dan hewan member makan ikan, dan kolam ikan memberi makanan untuk tanaman dan hewan mengubah rawa-rawa – menjadi kolam ikan.

Matahari
Untuk sebagian besar daerah, sedikit naungan akan sangat bermanfaat untuk kolam ikan yang berukuran kecil. Naungan akan mengurangi suhu air karena ikan akan sedikit sekali makannya dalam air yang panas dan bahkan bisa mati. Naungan juga akan mengurangi penguapan air kolam. Naungan kurang penting untuk kolam-kolam yang lebih besar karena kolam besar tidak akan mengubah suhu air. Sejumlah naungan bisa disediakan oleh pepohonan dan oleh tanaman air yang menutupi permukaan kolam. Gunakan pepohonan yang hanya memberikan sedikit naungan dan dapat dipotong kembali bilamana perlu. Misalnya kelor, lamtoro, jambu, murbei, dan bambu. Untuk kolam-kolam yang kecil, suatu struktur atap dari bambu anyaman daun yang sederhana akan memberikan naungan sementara hingga pepohonan tumbuh tinggi.

WASPADALAH! 


Naungan yang terlalu banyak juga bisa menjadi masalah karena kolam ikan memerlukan sinar matahari langsung untuk pertumbuhan tanaman dan untuk menjaga system tetap sehat. Setidaknya selama ½ hari mendapatkan sinar matahari langsung sudah cukup baik, sinar matahari pagi adalah yang terbaik. Di daerah pegunungan yang lebih sejuk di mana suhunya bisa sangat dingin di malam hari, kolam ikan akan lebih banyak memerlukan sinar matahari untuk menghangatkan air. Ukuran Lebih baik membuat banyak kolam dengan ukuran kecil daripada hanya membuat satu atau dua kolam dengan ukuran besar. Ukuran kolam minimum harus 3 m x 3 m atau 5 m x 2 m. Dengan ukuran ini, air akan tetap sejuk. Kolam dengan ukuran sekitar 5 m x 5 m (25 m2) hingga 10 m x 10 m (100 m2) merupakan ukuran kolam ikan yang baik. Namun ingat, kolam ikan yang lebih besar berarti memerlukan penggalian yang lebih banyak. Sebaiknya mulailah dengan membuat kolam yang lebih kecil, dan jika berhasil dengan baik, buatlah kolam yang lainnya. Kolam-kolam ikan yang lebih kecil lebih mudah dikelola, dibersihkan, dan dipanen. Seandainya, jika terjadi masalah dalam suatu kolam, hal ini akan mempengaruhi ikan dalam jumlah yang sedikit. Kolam-kolam ini dapat dipanen dalam waktu yang tidak bersamaan

Kedalaman
Kolam harus memiliki kedalaman yang berbeda-beda untuk dapat berfungsi dengan baik. Dasar yang dangkal di sekitar tepian dan bagian yang lebih dalam di daerah tengah merupakan kondisiyang ideal untuk kolam, atau bisa juga dalam di satu sisi dan dangkal di sisi lainnya. Daerah kolam yang dangkal memberikan tempat bagi tanaman air yang menyediakan pangan bagi ikan dan manusia, rumah bagi ikan-ikan kecil dan daerah dengan suhu yang lebih hangat akan mendorong plankton dan hewan kecil (yang menjadi pakan ikan) untuk tumbuh di daerah ini..Beberapa jenis ikan seperti gurami, memerlukan daerah yang dangkal untuk berkembang biak. Ukuran daerah yang dangkal adalah sekitar 30-50 cm dalamnya dan 50-100 cm lebarnya. Dua daerah dangkal dengan kedalaman yang berbeda akan lebih baik lagi. Daerah-daerah yang dangkal akan menciptakan tepian dalam air (lebih banyak tepian = lebih banyak makanan ikan = ikan yang lebih besar dan sehat), dan merupakan bagian mutlak dari suatu sistem akuakultur.
Ukuran daerah yang dalam, sebaiknya sekitar 1-2 meter. Ini akan memberikan ikan suatu tempat yang sejuk untuk menghindari terik matahari yang panas. Daerah yang dalam juga bias berfungsi untuk tempat ikan sembunyi dari predator.
Bentuk
Suatu kolam ikan dapat berbentuk apapun sesuai keinginan Anda. Semakin banyak tepian di sekitar kolam ikan akan memberi lebih banyak daerah untuk menanam tanaman air dan pakan ikan, dan lebih banyak daerah untuk menanam tanaman dan pepohonan di tepi kolam

IDE CERDAS!
• Kolam dengan bentuk persegi empat dan lingkaran memang akan lebih cepat menggalinya, tapi hanya sedikit memberikan tepian. Buatlah bentuk sederhana untuk daerah yang dalam dan kemudian buatlah banyak tepian pada daerah yang dangkal.
• Ketika sedang merencanakan bentuk kolam ikan, selalu pikirkan tentang kolam sebagai bagian dari suatu sistem akuakultur yang juga dapat diintegrasikan dengan sayuran, pepohonan dan hewan-hewan lainnya. 

 

Konstruksi
Konstruksi dari suatu kolam akuakultur merupakan suatu pekerjaan berat. Bekerjasama, khususnya ketika menggali, akan membuat pekerjaan ini jauh lebih mudah. Bekerjalah dengan cerdas, bukan bekerja keras.
• Mulailah menggali di bagian tengah yang akan dijadikan daerah yang paling dalam. Secara perlahan, berpindahlah ke tepi dan jangan menggali terlalu dalam atau terlalu cepat.
• Basahi tanah untuk membuat penggalian lebih mudah.
• Tanah bekas galian dapatditempatkan di sekitar tepian kolam untuk membuat daerah tepian menjadi lebih tinggi, ini akan mengurangi penggalian.
• Tanah tambahan dapat juga dipakai untuk menciptakan daerah dangkal tambahan untuk memberikan lebih banyak daerah produksi tanaman.

Tanah Liat atau Semen?
Membuat kolam ikan dengan tanah liat akan lebih mudah dan lebih murah, khususnya di daerah-daerah yang tanahnya mengandung tanah liat. Untuk mengetahui apakah lahan Anda mengandung tanah liat yang baik untuk kolam, bisa dilakukan pengujian sederhana yaitu dengan membasahi segenggam tanah liat dan menggulungnya menjadi seperti bentuk seekor ular dengan lebar 1 cm. Jika tanah liat itu tetap melekat dan utuh, berarti tanah liat baik digunakan untuk kolam.Semen dapat digunakan untuk kolam yang lebih kecil dan untuk lahan yang tidak tersedia tanah liat yang baik. Semen akan menahan air lebih baik daripada tanah liat. Tanah liat sebaiknya digunakan apabila tersedia cukup tanah liat yang berkualitas baik di sekitar lahan Anda. Lapisan tanah liat atau semen pada kolam bisa dibuat setebal 5-10 cm. Berhati-hatilah agar lapisan itu tidak mengering ketika musim kemarau karena berakibat kolam akan retak dan bocor. Seandainya retak atau bocor, bisa saja ditambal dengan lapisan tanah liat segar atau semen.
Teknik Kolam Tanah Liat


Ketika kolam ikan telah digali dan dibentuk, lapisilah dengan tanah liat untuk mengurangi kebocoran air. Ini akan banyak membantu, khususnya jika hanya ada sedikit pasokan air. Padatkanlah lapisan ini dengan menginjak-injaknya, atau memanfaatkan ternak sapi, kerbau, dan kambing untuk berjalan dan menginjak-injak dasar kolam hingga tanahnya padat. Kotoran sapi dan kerbau yang segar juga dapat membantu melapisi kolam. Bubuk kapur pertanian juga dapat digunakan untuk membantu melapisi kolam sekaligus membantu menyeimbangkan kadar pH tanah. Gunakan 2-3 kg bubuk kapur pertanian untuk luasan kolam 100 m2 (10 m x 10 m).
Teknik Kolam Semen
Jumlah semen yang digunakan dalam campuran lapisan kolam harus lebih banyak disbanding campuran untuk pembuatan batako sehingga hasilnya lebih keras. Penting juga untuk menggunakan besi atau kawat beton sebagai tulang untuk menahan semen dan mencegah retakan.Sederetan batuan bagian atas tepi kolam akan membantu memperkuat tepian kolam dan jugaakan terlihat indah. Usahakan untuk menjaga semen tetap lembab selama beberapa hari dalam proses pembuatan kolam, sampai semennya mengering sempurna. Jika muncul retakan, lapisi lagi dengan semen. Ketika semen mengering, kuaslah permukaaanya dengan cuka, lalu isilah kolam dengan air.Biarkan selama 2 hari, kemudian kosongkan airnya dan ulangi proses ini 2 kali. Pengisian air yang terakhir aman untuk ditebari ikan.
Air Kolam

Air yang mengalir ke dalam kolam harus bersih untuk mencegah endapan tanah yang menumpuk pada dasar kolam. Air dari sungai mengandung banyak tanah sehingga perlu disaring terlebih dahulu. Tanah yang menumpuk terlalu banyak, dapat menimbulkan masalah terhadap produksi pakan alami dan kolam ikan menjadi harus lebih sering dibersihkan. Jika Anda menggunakan saluran air untuk menampung air dari suatu mata air atau sungai:
• Berikan semen atau bebatuan pada landasan saluran air itu. Tanamlah rerumputan atau tanaman kecil di sekitar sisi saluran air itu akan membantu menghentikan erosi.
• Alirkan air terlebih dahulu ke dalam kolam yang hanya digunakan untuk menanam sayuran air. Kolam ini akan menangkap tanah dan menyaring air, sehingga air yang masuk ke kolam ikan adalah air yang telah bersih. Buanglah tanah yang mengendap di kolam sayuran dan gunakan sebagai tanah tambahan untuk menyuburkan lahan kebun.
• Galilah suatu ‘perangkap tanah’ di saluran parit air yang menuju ke kolam. Perangkap tanah ini akan membersihkan air karena tanah akan mengendap ke bagian dasar lubang ketika air melewatinya.Buatlah lubang sedalam 1 meter bila memungkinkan. Tanah yang terkumpul dari perangkap tanah itu merupakan tanah yang subur yang kemudian dapat ditambahkan ke dalam lahan kebun.
Pipa Drainase


Pada lahan yang miring, sebuah pipa drainase bisa ditambahkan saat proses pembuatan kolam. Pipa drainase itu bisa dibuat dari bambu, pipa plastik (paralon), atau pipa besi; apapun yang tersedia. Tutuplah ujung pipa yang berada di dalam air kolam untuk mencegah bocor. Pipa ini digunakan untuk mengosongkan kolam bila diperlukan. Cara seperti ini akan jauh lebih mudah daripada mengosongkan kolam dengan menggunakan ember! Selang plastik juga dapat dipakai untuk mengosongkan kolam. Isilah dengan air, tutup ujung selang, masukkan salah satu ujung selang ke dalam kolam dan ujung lainnya diluar kolam, namun dalam posisi yang lebih rendah, lalu bukalah. Air akan memberi daya hisap melalui selang dengan menggunakan gaya gravitasi. Ini hanya akan berhasil pada lahan yang miring.
Titik Buangan Air
Suatu titik buangan air adalah titik dimana air yang berlebih akan mengalir keluar dari kolam. Titik ini diperlukan untuk mengarahkan air ke tempat yang Anda inginkan. Ini harus cukup besar agar bisa membuang air ketika musim hujan atau ketika hujan turun lebat. Buatlah pada dinding bagian kolam yang rendah. Jika mungkin, lapisi dengan batuan atau semen untuk mencegah erosi. Sepotong bambu yang besar yang ditempatkan pada dinding kolam juga bias membantu. pipa drainase menyalurkan air dari mata air ke kolam ikanPasanglah kawat penyaring pada titik buangan air, atau pada setiap saluran dan pipa apapun untuk mencegah ikan kabur dari kolam. Ini juga akan membantu menjaga air tetap bersih, yang merupakan hal penting jika air buangan itu dimasukkan lagi ke kolam yang lainnya. Cobalah untuk mengalirkan air buangan itu ke sawah, sengkedan, atau tempat penampungan air lainnya agar air kolam yang penuh dengan unsur hara ini tidak terbuang percuma.

WASPADALAH!
Ikan sangat sensitif dengan pestisida dan herbisida di air. Zat ini dapat membuat
mereka sakit atau mati. Jangan gunakan pestisida atau herbisida di lahan bagian atas
lokasi kolam karena dapat mengalir masuk ke kolam. Penting untuk menyampaikan
hal ini di tingkat masyarakat supaya petani lain tidak melakukan hal tersebut di
lahan bagian atas Anda, yang akan mempengaruhi akuakultur Anda.

Produksi Ikan
Untuk menciptakan sistem yang sehat, berkelanjutan dan menghasilkan ikan yang baik, semua bagian dari sistem kolam harus diperhatikan. Tanaman, pupuk kandang, bakteri, plankton, serangga, katak, dedaunan, buah-buahan, pepohonan, binatang lain, manusia, semuanya memainkan peran mereka dalam menciptakan suatu lingkungan yang sehat untuk menghasilkan produk kolam yang sehat. Air dalam suatu kolam ikan yang sehat akan berwarna hijau muda. Ini berarti ada banyak terdapat plankton dan makanan lainnya bagi ikan. Untuk bisa mendapatkan
air berwarna hijau muda, kolam ikan harus disiapkan dan dikelola dengan baik.

Membuat Kolam Ikan

ü  Menyiapkan Kolam


Kapur Pertanian\

Untuk kolam baru dari tanah liat, bisa diberi kapur pertanian pada sisi dan bagian bawah kolam sebelum diisi air. Kapur pertanian ini akan menyeimbangkan pH, khususnya keasaman tanah dan air, dan nantinya akan membantu air tetap jernih. Kapur pertanian ini juga membantu mengendalikan hama dan penyakit yang muncul. Biasanya kondisi pH di banyak daerah adalah netral sampai basa karena itu airnya jernih. Juga biasanya persoalan hama dan penyakit pada awalnya lebih sedikit sehingga hanya diperlukan sedikit kapur pertanian. Tambahkan kapur pertanian sekitar 2-3 kg untuk tiap 100 m2 (10 m x 10 m) kolam. Ini tidak bersifat mutlak, namun akan banyak membantu untuk kolam-kolam yang baru. Isilah kolam dengan air kemudian biarkan selama 3 hari sebelum diisi dengan makhluk hidup. Kapur pertanian tidak diperlukan untuk kolam yang terbuat dari semen. plankton tumbuh dari pengomposan bahan-bahan
tambah daun, kotoran & tanah ikan makan plankton.
Pupuk Kandang
Lapisan pupuk kandang dan tanah pada bagian dasar kolam akan membuat kolam menjadi sehat. Pupuk yang masih segar lebih baik daripada pupuk yang sudah kering karena pupukyang segar masih banyak mengandung bakteri. Gunakan sebanyak 30-50 kg pupuk kandang dari kotoran sapi, kerbau, atau kuda untuk tiap 100 m2 kolam dan 8-12 kg untuk kolam dengan luas 25 m2. Kotoran ayam dan bebek jauh lebih kuat dan hanya membutuhkan 6 kg per 100 m2 atau 1,5 kg per 25 m2. Jika Anda mencampur kotoran gunakan separuhnya dari masing-masing kotoran. Sebarkan pupuk kandang ke seluruh dasar kolam dan sisinya. Pupuk kandang itu akan mendorong pertumbuhan plankton yang merupakan sumber pakan alami untuk ikan. Air dan tanah dari kolam ikan lain yang sudah produktif juga merupakan pemicu untuk kolam yang baru karena air dan tanah ini akan menambah plankton dan bakteri dalam jumlah banyak. Tambahkan sebagian tanah ini bersama-sama dengan pupuk kandang.
Bahan Tanaman
Sebelum memasukkan ikan ke kolam, tambahkan bahan dedaunan dan tanaman dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhan bakteri dan plankton dan untuk menyediakan pakan bagi ikan. Pohon legum merupakan tanaman yang baik untuk digunakan. Gunakan sekitar 40-50 kg dedaunan dan rantingnya, ikatlah dalam bentuk bundelan, untuk kolam berukuran 100 m2.Letakkan di seputar tepi kolam. Setelah satu minggu, bahan-bahan itu bisa diganti dengan
yang baru, lakukan ini hingga airnya berwarna hijau. Hal ini sangat penting, terutama untuk kolam berbahan semen.
Menyediakan Naungan


Naungan akan menjaga kolam ikan tetap sejuk, namun jangan sampai cahaya matahari terhalangi
karena cahaya matahari sangat dibutuhkan, khususnya sinar matahari pagi. Pepohonan dan tanaman air dapat memberikan naungan dalam jangka panjang. Jika tidak terdapat pepohonan, Anda dapat memberikan naungan dengan cara membuat naungan sederhana dari anyaman bambu, kayu, atau daun, atau bisa membuat kerangka tempat tanaman merambat, seperti labu, gambas, anggur, dan markisa.
Tanaman Air dan Binatang Air Kecil
Tanaman air akan menyediakan habitat bagi ikan kecil, pakan bagi ikan dan pada saat daunnya membusuk akan membantu pertumbuhan plankton dan bakteri. Mereka juga bisa menyediakan makanan bagi manusia. Tanamlah berbagai macam jenis tanaman sehingga bisa menghasilkan fungsi yang berbeda-beda untuk menjaga sistem akuakultur.
Tanaman yang bisa ditanam adalah:
• Tanaman yang tumbuh dari tanah: talas, garut, alang-alang dan sebagainya.
• Tanaman yang tumbuh dari tanah dan pada bagian atas air: kangkung, selada air dan sebagainya.
• Tanaman yang hidup di atas permukaan air: teratai, bakung air, eceng gondok dan sebagainya.
Banyak dari jenis tanaman-tanaman ini yang berfungsi sebagai pembersih air. Tanamantanaman ini akan membuang kelebihan unsur hara dan membantu membuang racun. Ini akan membantu mempertahankan suatu lingkungan kolam yang sehat. Binatang air yang kecil juga dapat ditambahkan, seperti siput air, udang, dan katak. Mereka akan berkembang biak secara alami dan bisa menjadi makanan tambahan bagi ikan-ikan yang lebih besar.
Menyediakan Rumah Bagi Ikan


Ikan-ikan kecil terkadang memerlukan perlindungan dari ikan-ikan besar karena ikan jenis tertentu bisa memakan jenis ikan lainnya yang lebih kecil. Diperlukan juga tempat bagi ikan untuk bisa membuat sarangnya sendiri. Semua hewan air akan lebih sehat jika mereka memiliki habitat yang baik.Tumpukan batu, tanaman air, ban-ban bekas atau kaleng minuman bekas yang diikat bersama akan membantu memberikan tempat, rumah dan habitat bagi ikan. Nila memerlukan air yang dangkal untuk sarangnya. Suatu daerah yang dangkal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, juga akan memberikan daerah bersarang bagi ikan-ikan jenis ini.


Tanaman Sekitar Tepi Kolam

Tanamlah dengan segera di sekitar tepi kolam tanaman-tanaman untuk menahan tanah dan mencegah erosi. Tepi kolam adalah daerah yang sangat subur karena ada banyak air dan unsure hara.Tanaman yang dapat ditanam di tepi kolam adalah:
• Tanaman air: talas, garut, kangkung, selada air, yang akan menyediakan pakan dan habitat
untuk hewan kolam.
• Rerumputan, untuk memperkuat tepi.
• Sayuran, bedeng sayuran kecil dapat dibuat di sekitar tepi kolam
• Tanaman buah-buahan kecil: pisang, jeruk, pepaya. Tanamlah 1-2 meter dari tepi kolam.
Tanaman-tanaman ini sangat menyukai unsur hara dan tidak akan memberikan terlalu
banyak naungan.
• Tanaman buah-buahan yang lebih besar: murbei dan jambu, adalah yang terbaik. Ambillah pohon yang dapat dipangkas dan tidak member terlalu banyak naungan. Tanamlah dengan jarak 2-3 meter dari tepi kolam dan jangan menanam terlalu banyak.
• Legum: kelor, lamtoro, kacang hijau, akan menyediakan banyak fungsi termasuk pakan bagi
ikan. Selain itu, pepohonan ini juga dapat dipangkas bila diperlukan.
Tebarkan Ikan
Ada banyak jenis ikan yang dibudidayakan, antara lain: ikan mas, mujair, nila, lele, gurami, udang dan belut.Kategori Ikan Berdasarkan Makanan
Berdasarkan makanan, ikan dapat dibagi dalam 3 kategori:
1. Herbivora: hanya memakan tanaman, plankton, dedaunan, dan biji-bijian, misalnya ikan mas.
2. Carnivora: hanya makan daging atau binatang, termasuk serangga, hewan kecil kolam
dan ikan lain, misalnya belut, ikan lele.
3. Omnivora: pemakan segala, memakan tanaman dan juga memakan daging, serangga dan hewan kecil kolam lainnya, misalnya ikan nila, ikan gurami, ikan lele, ikan mujair, ikan mas.

Ada berbagai macam jenis ikan lele di dunia, ada yang bersifat carnivora dan ada yang bersifat omnivora, tapi jenis yang umum adalah omnivora. Ada juga beberapa jenis ikan mas, dengan beberapa bersifat herbivora dan beberapa bersifat omnivora. Suatu sistem akuakultur yang sehat dapat mengandung berbagai macam jenis ikan. Ikan-ikan itu akan menciptakan keseimbangan di antara mereka sendiri secara alami. Berbagai macam jenis ikan akan makan pada lapisan yang berbeda dalam air dan akan memaksimalkan pemanfaatan pakan dan ruang dalam kolam. Ikan ikan itu juga akan memainkan berbagai peran dalam menjaga kolam tetap sehat. Ikan yang mencari makan pada permukaan dan bagian tengah air kolam, seperti ikan nila, memakan hamper semua pakan ikan, larva nyamuk, dan serangga lainnya. Ikan yang mencari makan di bagian dasar kolam, seperti ikan mas, mujair, dan lele, memakan pakan dan bahan tanaman apapun yang tenggelam ke bagian dasar kolam dan akan memakan plankton yang tumbuh di bagian dasar kolam. Kolam yang lebih besar akan memberi ruang yang cukup bagi beragam jenis ikan yang dibudidayakan. Jika Anda ingin memelihara ketiga jenis kategori ikan tersebut, Anda harus memasukkannya ke kolam sesuai urutan:
Pertama: ikan jenis herbivora.

Kedua: tambahkan ikan jenis omnivora ketika ikan jenis herbivora telah berumur 3 bulan atau lebih.

Ketiga: tambahkan ikan jenis carnivora 3 bulan kemudian. Ikan carnivora, seperti lele, akan memakan ikan-ikan kecil lainnya sehingga harus dimasukkan terakhir. Ikan jenis omnivore biasanya tidak akan memakan ikan-ikan kecil lainnya. Sekali kolam telah terbentuk, kolam akan memelihara dirinya sendiri. Namun, masih tetap diperlukan beberapa pakan tambahan dan perawatan umum lainnya. Secara terus-menerus, amatilah kesehatan ikan dan jumlah dariberbagai jenis ikan tersebut. Ikan jenis carnivora akan mengendalikan jumlah ikan-ikan kecil dengan memakannya. Ini akan membantu mencegah jumlah ikan yang berlebihan. Perlindungan buatan berupa bebatuan, tanaman air, kaleng minuman bekas yang ditempatkan di dalam kolam akan menjadi tempatberlindung ikan-ikan kecil lainnya untuk bertahan hidup.
Tingkat Jumlah Ikan
3 ikan per 1 m2 adalah jumlah yang baik untuk hampir semua kolam ikan. Untuk kolam seluas
100 m2, jumlah ikannya sekitar 300 ekor. Jumlah ini sesuai untuk kolam ikan yang sehat. Jumlah ikan dapat ditingkatkan hingga 5 ekor per 1 m2 kolam apabila adanya pakan tambahan dan pengelolaan kolam yang baik.
Contoh jumlah ikan berikut ini dapat dijadikan acuan:
Sekitar 30% (90) : ikan nila, gurami
Sekitar 50% (150) : ikan mas, mujair
Sekitar 20% (60) : ikan lele
Memelihara belut bersama dengan ikan dapat mendatangkan masalah, khususnya di kolam
yang lebih kecil. Belut dapat mengurangi tingkat jumlah ikan lain. Kadang-kadang mereka
secara alami memasuki kolam dari sungai atau sawah.
Selalu usahakan jumlahnya sedikit, dan hanya masukkan mereka kalau Anda benar yakin dapat
mengelolanya dengan baik. Namun, akan lebih baik memeliharanya terpisah.
Jenis-jenis Ikan

1.      Ikan Mas:Ikan mas umum terdapat di banyak daerah dan cukup tangguh,
biasanya tahan terhadap penyakit.
• Pakan: Jenis ikan mas umumnya adalah jenis herbivora, yang hanya memakan tumbuhan dan plankton. Mereka akan mencari makan di bagian dasar kolam. Pakan ikan mas dapat disediakan dengan menambah kotoran hewan, sekam padi, dedaunan, buah-buahan, dan bahan-bahan alami
busuk lainnya.
• Pertumbuhan: Ikan mas dapat tumbuh hingga mencapai berat ½ kg dalam waktu 6 bulan dengan kondisi yang baik dan pakan yang cukup. Beratnya dapat ditingkatkan hingga 2 kg atau lebih jika diinginkan namun akan lebih terasa nikmat dagingnya ketika umurnya lebih pendek.
• Pembiakan: Ikan mas akan bertelur setelah berumur 8-12 bulan. Ikan mas betina akan bertelur sepanjang tahun dan akan menempatkan telurnya pada tumbuhan kolam. Telur-telur itu akan menetas dalam waktu 2-6 hari, dan anakan ikan akan mulai makan setelah berumur 2 hari.
• Jumlah ikan: Dalam suatu kolam ikan berukuran 100 m2 (10 m x 10 m) Anda dapat memasukkan ikan ke dalam kolam antara 150-300 ekor. Dalam suatu kolam ikan berukuran 25 m2 (5 m x 5 m) Anda dapat memelihara ikan sejumlah 40-75 ekor (sekitar2-3 ekor per 1 m2). Jumlah ikan sangat tergantung pada jumlah pasokan pakan yang diberikan. Namun, jika terlalu banyak ikan yang dimasukkan ke dalam kolam, pertumbuhan ikan akan lambat, dan tidak akan tumbuh pada ukuran maksimal, dan mungkin akan lebih rentan pada penyakit.

2.      Ikan Nila
Ikan nila merupakan ikan yang penting karena mudah diberi makan dan mereka memakan larva nyamuk yang berkembang biak di kolam ikan.
• Pakan: Ikan nila memakan plankton, tanaman air, dan serangga. Ikan ini akan tumbuh dengan baik dalam kolam alami yang sehat dan tersedianya semua pakan yang dibutuhkan. Dengan pakan tambahan seperti katul, jagung giling, ketela pohon dan sebagainya, mereka akan tumbuh jauh lebih cepat, dan cepat berkembang biak.
• Pertumbuhan: Ikan jenis ini bisa tumbuh hingga mencapai berat 200 gram dalam waktu 6 bulan dengan pasokan pakan yang baik.
• Pembiakan: Kematangan seksualnya tercapai setelah umur 6 bulan dan mereka bias berkembang biak 6-8 kali dalam setahun. Mereka akan berkembang biak secara alami dalam kolam yang sehat, pada daerah-daerah kolam yang dangkal atau pinggiran. Pindahkan segera anak-anak ikan kecil setelah muncul ke permukaan kolam dan pelihara terpisah dengan menggunakan jaring pembatas atau kurungan. Ini akan memudahkan penjualan ikan yang masih muda, serta mengurangi masalah jumlah yang berlebihan.
• Jumlah ikan: Idealnya berjumlah 3 ekor per 1 m2 luas kolam. Karena ikan jenis ini berkembang biak begitu sering, persoalan jumlah akan muncul. Terlalu banyak ikan akan menyebabkan kekerdilan pada pertumbuhan ikan. Masalah ini bisa diatasi dengan memindahkan ikan-ikan kecil setelah mereka muncul di permukaan kolam atau menambahkan beberapa ikan lele pada kolam ketika ikan nila akan berkembang biak. Ikan lele akan memakan ikan nila yang masih kecil dan menjaga jumlahnya tetap sedikit.

3.      Ikan Lele
Ikan lele rasanya lezat dan tahan penyakit.
• Pakan: Jenis ikan lele yang umum dibudidayakan adalah jenis omnivora. Hampir semua pakan untuk ikan lele ini tersedia secara alami dalam kolam yang sehat. Pakan tambahan bisa diberikan, seperti daging atau sisa makanan.
• Pertumbuhan: Ikan lele dapat dikonsumsi antara umur 6-18 bulan.
• Pembiakan: Ikan lele akan membawa telur-telurnya dalam mulut hingga menetas.Mereka bisa menghasilkan banyak anak apabila telur menetas. Namun, ikan lele ini sulit berkembang biak sehingga untuk menambah jumlahnya bisa mengumpulkannya dari sungai atau sawah.
• Jumlah ikan: Mereka bisa dipelihara dengan kisaran jumlah 1-2 ekor per 1 m2 kolam. Jika Anda ingin memelihara lebih banyak maka harus menyediakan pakan tambahan. Ikan Gurami Ikan gurami lebih menyukai kolam dengan banyak tanaman airnya. Oleh karenanya, sangat baik dibudidayakan bersama dengan sayuran air atau produksi padi.
• Pakan: Ikan gurami bersifat omnivora dan akan memakan tanaman air, serangga, plankton, dan buah-buahan.
• Pertumbuhan: Mereka bisa tumbuh hingga 80-120 gram dalam 6 bulan.
• Pembiakan: Ikan ini akan berkembang secara alami, tetapi tingkat anakan ikan yang bias bertahan hidup sangat rendah.
• Jumlah ikan: Tingkat kepadatan pemeliharaan ikan jenis ini adalah antara 5-10 ekor per 1 m2 luas kolam jika cukup tersedia pakan.

4.
Ikan Mujair
Ikan Mujair memiliki prilaku yang sama dengan ikan mas.
• Pakan: Gunakan pakan yang sama seperti pada ikan mas.
• Pertumbuhan: Ikan jenis ini akan mencapai ukuran yang baik
dikonsumsi pada umur 4-6 bulan.
• Pembiakan: Ikan Mujair akan berkembang biak dengan mudah, dan dapat berkembang
biak 2-3 kali setahun.
• Jumlah ikan: Ikan jenis ini lebih kecil daripada ikan mas sehingga jumlahnya bisa sedikit
lebih banyak, sekitar 2-4 ikan per 1 m2 luas kolam, atau 200-400 ekor per 100 m2.

5.
Udang Air Tawar
Udang air tawar hidup secara alami pada sungai dan kolam di banyak daerah. Mereka sangat sulit dibudidayakan dari telur atau anakannya. Oleh karenanya, apabila Anda mencarinya dari sungai, tangkaplah udang yang masih kecil dan pindahkan ke dalam kolam. Waktu yang terbaik adalah ketika udang-udang kecil ini telah melepas kulit pertamanya dan baru saja mulai berganti dengan kulit dewasanya. Sebelum saat ini, mereka membutuhkan perhatian khusus, kondisi suhu air yang berbeda, dan pakan yang berbeda. Manfaat membudidayakan udang dalam kolam adalah mereka akan tumbuh lebih cepat dan lebih besar daripada yang hidup di alam bebas. Mereka juga bisa hidup dalam kolam yang kecil. Udang menyukai kolam yang banyak pasokan air segarnya, atau airnya mengalir.

6.      Belut
Belut hidup di sungai-sungai dan areal persawahan. Mereka dapat menimbulkan masalah terhadap jumlah ikan lainnya karena belut suka memakan anak-anak ikan. Namun, jika belut dipelihara dalam jumlah kecil ketika ikan-ikan lainnya sudah cukup besar, mereka bias dikombinasikan. Hanya petani ikan yang berpengalaman yang dapat mencobanya. Selain itu, karena belut merupakan hewan carnivora, pakannya bisa sangat mahal. Contoh berikut ini merupakan sebuah metode sederhana untuk membudidayakan belut. Metode ini berlaku untuk kolam dengan ukuran sekitar 15 m2 (3 m x 5 m). Pertama, berikan lapisan lumpur dan kotoran hewan pada dasar kolam. Kemudian tambahkan potongan potongan batang pisang, lalu lapisi lagi dengan dedaunan dan rerumputan. Ulangi proses ini hingga kolamnya penuh dengan tumpukan bahan-bahan tersebut. Isilah kolam itu dengan air, dan tunggu hingga bahan-bahan tersebut menjadi busuk, sekitar 1-2 bulan. Setelah ini, belut bisa dimasukkan ke dalam kolam dengan jumlah sekitar 100-150 ekor.
Bahan-bahan yang membusuk akan memberikan pakan dan habitat bagi serangga dan binatang-binatang air kecil, yang kemudian akan menjadi pakan bagi belut. Pakan tambahan dapat diberikan untuk meningkatkan produksi belut, misalnya jeroan hewan, darah, tulang, kulit, sampah dapur, katak, bangkai tikus, rayap, dan lain-lain.
Pembiakan Ikan
Teknik yang tepat untuk pembiakan ikan air tawar sangat bersifat teknis dan sering kali sulit. Beberapa jenis ikan, seperti ikan nila, akan berkembang biak secara alami, tetapi jenis ikan lainnya memerlukan teknik, kondisi, dan peralatan khusus. Metode yang diperlukan untuk pembiakan ikan akan terlalu panjang untuk dimasukkan dalam buku panduan ini. Namun, bagi mereka yang ingin dan tertarik bisa mencari informasi yang lebih lengkap.

Manfaat pembiakan ikan, antara lain:

• Memberikan pasokan anakan ikan yang terus-menerus.
• Meningkatkan produksi dan kualitas.
• Menghasilkan anakan ikan untuk dijual.
Untuk menampung anakan ikan, Anda dapat membuat wadah keranjang dari bambu pada kolam.
Produksi Tanaman Air
Ada berbagai jenis tanaman air yang dapat ditanam sebagai makanan atau diperdagangkan. Talas, kangkung, teratai, selada air, dan garut adalah bagian dari tanaman air yang umum dibudidayakan. Daun, akar dan biji teratai yang masih muda dapat dikonsumsi dan rasanya enak. Pertumbuhan tanaman akan lebih cepat jika Anda menambahkan sedikit pupuk kandang pada kolam. Semua tanaman air memerlukan tambahan air segar terus-menerus untuk dapat tumbuh dengan baik. Ikan dan tanaman air yang menghasilkan makanan dapat dengan mudah dibudidayakan bersama. Tanaman dan ikan akan saling membantu karena kotoran ikan akan menjadi makanan tanaman dan tanaman memberikan dedaunan busuk dan habitat bagi ikan. rumah untuk anak ikan.

WASPADALAH!
Semua tanaman air harus dipanen secara teratur dan dikendalikan agar tidak
memenuhi seluruh permukaan kolam. Kangkung dan selada air akan tumbuh
dengan sangat cepat, yang dapat menimbulkan masalah bagi ikan karena tanaman
ini akan banyak mengambil sinar matahari dan oksigen. Tanaman ini sebaiknya
hanya menutupi paling banyak ¼ bagian dari luasan kolam. Tanaman yang tidak
dapat dikonsumsi atau dijual dapat digunakan sebagai mulsa atau kompos.

Pakan Ikan
Ikan jenis herbivora dan omnivora adalah ikan mas, nila, gurami, mujair, dan lele. Untuk menyediakan pakan yang terus-menerus bagi ikan dan untuk menjaga lingkungan kolam tetap sehat, teruslah menambah pupuk kandang dan dedaunan pada kolam. Satu minggu setelah ikan dimasukkan ke dalam kolam, mulailah menambah pupuk kandang. Tambahkan 30- 40 kg pupuk kandang per 100m2 luasan kolam sekali seminggu, atau 810 kg per 25 m2. Untuk kolam ikan yang sudah lama yang telah berwarna hijau muda, jumlahnya bisa dikurangi hingga 20 kg pupuk kandang per 100 m2 luasan kolam seminggu sekali. Penambahan pupuk kandang harus berdasarkan warna air kolam. Warna air kolam sangat penting karena menunjukkan seberapa banyak pakan ikan yang tersedia dalam kolam. Cara menguji yang baik adalah dengan memasukkan tangan Anda pada kolam hingga kedalaman 10-20 cm. Jika Anda masih bisa melihat tangan Anda, airnya masih terlalu jernih.
• Jika airnya terlalu jernih, jumlah pupuk kandang yang ditambahkan harus ditingkatkan
hingga warnanya berubah menjadi hijau muda.
• Jika airnya sudah berwarna hijau muda, jumlah tambahan pupuk kandang tetap sama.
• Jika airnya berwarna gelap, jumlah pupuk kandang harus dikurangi hingga airnya kembali berwarna hijau muda. Tanda lain dari terlalu banyaknya pupuk adalah jika ikannya selalu berada di permukaan hingga sore hari dan bertingkah tidak wajar. Juga, jika ikannya tidak berpindah jika ditakut-takuti. Jika hal ini terjadi, hentikan penambahan pupuk kandang, lalu tambahkan air. Sesekali tambahkan dedaunan dan buah-buahan busuk dalam jumlah sedikit. Jika ada tanaman air yang sedang tumbuh, Anda tak perlu lagi menambahkan dedaunan.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi warna air mencakup:
• Terlalu banyak sinar matahari akan membuat warna air menjadi terlalu gelap.
• Terlalu banyak naungan akan membuat warna air menjadi terlalu terang.
• Tidak cukup air segar akan membuat air berwarna terlalu gelap.
Jumlah pupuk kandang dan dedaunan yang sesuai akan menjaga kolam Anda tetap sehat. Kolam yang sehat akan memberikan pakan yang cukup bagi ikan untuk berkembang dengan baik dan sehat. Ketika ikan dipanen, pupuknya bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman. Sistem kolam dengan beton, semen, atau sistem perikanan skala besar adalah yang paling mungkin memerlukan tambahan pakan ikan.
Pakan Tambahan
Pakan tambahan akan membantu ikan tumbuh dengan lebih cepat dan akan memungkinkan Anda untuk menambah jumlah ikan ke dalam kolam. Untuk memberikan manfaat maksimum,pakan ikan harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, energi, mineral dan vitamin. Berilah pakan dua kali sehari dan pada saat yang sama setiap harinya. Tingkatkan jumlah pakan sejalan dengan pertumbuhan ikan. Jumlah yang baik akan habis dimakan dalam waktu 10 menit. Kurang dari itu, tambahkan sedikit lagi. Jika lebih dari sekitar 10% tidak habis dimakan, kurangi jumlahnya. Terlalu banyak pakan akan menyebabkan masalah dengan menurunnya jumlah oksigen dalam kolam dan cepat mendangkalkan kolam.
Pakan Tambahan untuk Ikan Omnivora & Herbivora
Pakan-pakan tambahan yang alami, yang bisa dihasilkan sendiri, dapat berupa:
• Biji-bijian, mengandung protein, karbohidrat dan lemak, misalnya pecahan
beras, katul, jagung giling, pelet.
• Legum, daun dan bijinya mengandung banyak protein dan mineral, misalnya buncis,
kelor, kacang-kacangan. Biji legum sebaiknya dimasak sebelum diberikan pada ikan.
• Buah-buahan dan daun-daunan, mengandung berbagai vitamin, mineral,
karbohidrat, dan protein dalam jumlah kecil.
• Umbi-umbian, mengandung karbohidrat dan energi, misalnya ketela pohon, talas, ubi jalar, kentang. Umbi sebaiknya dimasak sebelum diberikan pada ikan, dan hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
• Daging dan sisa-sisa hewan, mengandung protein, mineral, vitamin dan lain-lain, misalnya jeroan (isi perut hewan), darah, tulang, sayap, sampah dapur, katak, tikus, rayap. Sebaiknya dimasak terlebih dahulu untuk mengurangi kemungkinan
penyakit dan cacing yang merugikan, kecuali bangkai tikus, katak atau rayap.
• Biji-bijian yang mengandung minyak, mengandung protein, minyak dan sedikit karbohidrat, misalnya kedelai, biji bunga matahari, biji kapuk, kemiri, kelapa, kacang tanah.
• Sisa dapur, yang mengandung semua unsur di atas merupakan sumber pakan yang baik bagi ikan. Ikan mas, nila, mujair, dan gurami hanya sedikit memerlukan daging atau bahkan tidak sama sekali. Ikan lele akan tumbuh lebih baik jika diberikan daging sebagai pakan tambahannya.


Pakan Tambahan untuk Ikan Karnivora

Belut bersifat karnivora, ikan lele bersifat omnivora namun memakan lebih banyak daging daripada ikan jenis omnivora lainnya. Mereka akan memakan ikan-ikan kecil, katak, cacing, serangga, udang, keong dan hewan air lainnya. Daging atau sisa-sisa hewan yang sama seperti pakan untuk hewan omnivora, dianjurkan untuk jenis ikan karnivora ini.
Pakan Olahan untuk Semua Jenis Ikan


Yang dimaksud dengan pakan olahan adalah pakan yang bisa dibeli di toko-toko, yang dibuat oleh pabrik. Hampir semua kolam sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pakan olahan ini, tetapi untuk beberapa situasi pakan olahan merupakan cara untuk memastikan bahwa ikan mendapatkan gizi yang cukup.
Situasi ini, misalnya:
• Budidaya kolam ikan skala besar.
• Koperasi petani ikan yang dapat membuat pakan dalam suatu kelompok dan kemudian membaginya di antara para anggota. Pakan olahan memerlukan waktu dan biaya untuk membuatnya, oleh karena itu sebaiknya diproduksi dalam skala besar. JikaAnda tertarik untuk memproduksi pakan olahan, Anda bias mempelajarinya lebih detail di sumber sumber informasi dan bukubuku yang tersedia.
Penyakit dan Hama Ikan
Penyakit
Penyakit yang umum dialami ikan adalah parasit dan cacing. Beberapa gejalanya adalah:
• Ikan selalu berusaha untuk menggaruk/menggesek-gesekkan
badannya sendiri pada bebatuan dan bergerak dengan lambat.
• Tubuhnya membengkak, terlihat gemuk (mereka sebenarnya kurus namun perutnya penuh cacing). Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan garam, disamping garam juga membantu membersihkan insang dan mengobati borok karena bakteri. Jika hanya sedikit ikan yang sakit, obati mereka dengan garam dan air di ember. Selalu gunakan air dari kolam, dan gunakan garam dapur. Caranya:
1. Larutkan garam dalam air, jumlah garam yang digunakan 25 g per liter air untuk pengobatan selama 30 detik, atau 10g per liter air untuk pengobatan selama 30-60 menit.
2. Aduk air untuk menambah oksigen.
3. Masukkan ikan ke dalam ember. Awasi ikan itu dengan hati-hati, jika mereka
menunjukkan tanda-tanda stres segera pindahkan ke air segar.
4. Ulangi 2 kali berturut-turut, setelah itu ikan bisa dimasukkan kembali ke dalam kolam.
Cara ini juga bisa digunakan sebagai metode karantina dari penyakit mematikan sebelum
menambahkan ikan baru ke dalam kolam.
Jika banyak ikan yang terserang penyakit, Anda bisa mengobati untuk seluruh kolam. Gunakan garam sebanyak 1,5 kg per 1 m3 air, misalnya kolam 10 m x 10 m (yang dalamnya 1 m, sama dengan 100 m3 air, yang dalamnya 2 m sama dengan 150 m3 air), berarti 150 kg garam untuk 100 m3 atau 225 kg garam untuk 150 m3. Selalu larutkan garam sebelum dimasukkan ke kolam. Setelah satu hari tetap tambahkan air segar seperti biasa. Amati tanda-tanda stres pada tanaman air, jika terlihat, tambahkan lebih banyak air segar. Formalin dapat juga digunakan. Caranya, campurkan formalin sebanyak 2 ml ke dalam 10 liter air. Masukkan ikan yang terserang penyakit ke larutan tersebut selama 15 menit, setelah itu kembalikan lagi ke kolam. Untuk mencegah kemungkinan penyakit cacing, menambahkan kapur pertanian pada kolamyang masih kosong saat pembuatan kolam akan sangat membantu. Dengan menambahkan banyak air segar ke dalam kolam juga akan membantu mencegah segala penyakit. Setiap selesai pengobatan, jika memungkinkan, gantilah semua air kolam untuk mencegah terulangnya penyakit yang sama. Usahakan untuk menambah lebih banyak oksigen ke dalam kolam.
Hama
Hama ikan yang utama adalah burung dan manusia. Ular dan kepiting, terkadang bias menimbulkan masalah kecil. Hama ini akan selalu ada di sekitar kolam. Dengan membunuh salah satu hama tersebut, akan merusak bagian dari ekosistem yang sehat karena hamahama tersebut memiliki fungsi yang penting dalam ekosistem seluruh kebun, misalnya burung akan memakan hama serangga pada tanaman. Cara yang paling baik untuk menanggulangi hama pada kolam adalah dengan mencegah masalah, dan pikirkan selalu cara-cara yang meminimalkan kerugian dan kerusakan ekosistem.Cara mencegah serangan hama burung:

• Berikan tempat perlindungan ikan dalam air, misalnya bebatuan, tanaman air, ban dan kaleng bekas.
• Tutupi permukaan kolam dengan daun kelapa atau palem untuk mencegah burung masuk ke dalam kolam.
• Sediakan bagian kolam yang dalam sehingga ikan bisa melarikan diri. Cara mencegah serangan hama manusia, hanyalah dengan mengurangi kecemburuan dan meningkatkan kerjasama dalam kelompok dan masyarakat.
Oksigen
Oksigen mutlak dibutuhkan untuk kesehatan kolam dan terdapat dalam setiap tetes air. Oksigen dibutuhkan oleh seluruh mahluk hidup yang ada dalam kolam. Oksigen lebih sedikit terdapat dalam air yang hangat dan tenang. Kekurangan oksigen dapat disebabkan oleh:
• Jumlah ikan yang terlalu banyak.
• Kurangnya air segar.
• Pemberian pakan yang terlalu banyak.
• Pemberian pupuk yang terlalu banyak.
• Tidak cukup sinar matahari, yang disebabkan oleh terlalu banyak naungan dan tanaman air.Tanda-tanda kekurangan oksigen berupa, ikan berada pada permukaan air pada pagi hari dan selalu membuka-tutup mulutnya, dan tidak memberikan respon terhadap kejutan. Oksigen dapat diganti dan ditingkatkan jumlahnya dengan cara:
• Mengalirkan air ke dalam kolam. Jika tersedia pasokan yang terus-menerus, hanya diperlukan sejumlah kecil air yang dialirkan ke kolam.
• Tambahkan air segar secara teratur, setiap beberapa hari sekali, khususnya untuk kolam-kolam yang kecil.
• Menambah kedalaman. Kolam yang dalam akan selalu lebih sejuk dibandingkan kolam yang
dangkal. Air yang dingin akan menahan lebih banyak oksigen daripada air yang hangat.
• Menggerakkan air. Air yang bergerak akan menempatkan kembali oksigen ke dalam air. Gerakkanlah air sesering mungkin, dengan cara memanfaatkan angin, menggunakan pompa air, menggunakan kincir air, atau mengaduk air secara sederhana.

Pembersihan Kolam
Saat yang baik untuk membersihkan kolam adalah setelah memanen ikan. Jika masih ada ikan yang dipelihara, pindahkan ikan-ikan itu ke wadah lain dan kembalikan ke kolam setelah selesai dibersihkan. Biarkan suatu lapisan tanah atau pupuk yang sangat tipis pada dasar kolam sehingga bakteri yang baik masih tetap ada. Jangan lupa untuk memanfaatkan tanah dasar kolam yang subur ke lahan kebun Anda.
Potensi Masalah
Polusi
Polusi dapat menyebabkan persoalan besar pada kolam. Polusi bisa berasal dari bahan kimia, minyak, oli, dan bahkan air sabun. Air dapur dan cucian yang mengandung bahan-bahan deterjen tidak boleh langsung dialirkan ke dalam kolam. Air ini harus dibersihkan terlebih dahulu dengan mengalirkannya ke kolam terpisah yang berfungsi sebagai penyaring air, setelah itu baru bias dialirkan ke kolam ikan. Tanamlah tanaman air, seperti alang-alang air, teratai, dan eceng gondok, di dalam kolam penyaring air. Jangan gunakan tanaman yang dikonsumsi sebagai makanan. Tanaman air ini, selain berfungsi sebagaipenyaring air, juga dapat dimanfaatkan sebagai mulsa.. Pestisida dan herbisida juga berbahaya. Untuk mengurangi kemungkinan polusi, jangan gunakan pestisida dan herbisida pada lahan di atas kolam karena resapannya bisa memasuki kolam. Polusi dalam air dapat berasal dari sumber polusi yang jauh jaraknya, khususnya jika Anda menggunakan aliran air sungai. Lakukanlah kerjasama dalam masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia yang bias masuk ke dalam air. Kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi semua.
Pemberian Pakan Berlebihan
Pemberian pakan yang berlebihan akan menimbulkan masalah dengan menurunnya kualitas air dan jumlah oksigen dalam air. Makanan yang menumpuk pada bagian dasar kolam, juga akan mendangkalkan kolam dengan cepat. Jika masalah ini terjadi, solusi daruratnya adalah dengan mengganti air kolam.
Nyamuk
Nyamuk bisa membawa penyakit-penyakit berbahaya, seperti malaria dan demam berdarah. Nyamuk akan menempatkan telur dan jentik-jentiknya di dalam kolam dan tinggal di situ hingga siap terbang. Beberapa jenis ikan, seperti ikan nila, akan memakan telur dan jentik nyamuk, demikian pula katak. Daun nimba dapat ditambahkan ke dalam kolam untuk mengatasi masalah nyamuk. Tambahkan daun nimba pada kolam secara teratur, atau semprotkan campuran 3-4ml minyak nimba dengan 1 liter air, ke permukaan kolam. Nimba akan menghentikan perkembangbiakan nyamuk tanpa membahayakan ikan.Hati-hati menggunakan pestisida alami lainnya karena bisa saja berbahaya bagi ikan.
Kolam Ikan Lainnya
Kolam Ikan Musim Hujan

Apabila persediaan air terbatas atau tidak ada air sama sekali di musim kemarau, kolam dapat dibuat pada musim hujan saja. Parit, sengkedan, dan irigasi yang baik dapat digunakan untuk meningkatkan pasokan air. Perangkap tanah untuk menyaring air dapat dibuat apabila menggunakan sengkedan atau parit, atau jika airnya berasal dari sungai. Jumlah oksigen dalam air akan berkurang jika pasokan airnya tidak teratur.

IDE CERDAS!
• Untuk mendapatkan ikan dengan ukuran maksimal, peliharalah terlebih dahulu
dalam bak atau tangki air selama 1-2 bulan, lalu kemudian dapat dipindahkan
ke kolam pada awal musim hujan.
• Di musim kemarau, saat kolam tidak digunakan, dasar kolam dapat
dimanfaatkan untuk menanam sayuran.
• Apabila tidak digunakan untuk menanam sayuran, kolam (termasuk yang dari
semen) dapat ditutup dengan naungan sementara untuk mencegah keretakan.


Kolam Ikan Air Asin


Untuk daerah pinggir pantai, Anda dapat membuat kolam air asin. Kolam dibuat dengan hanya menggali lubang di dekat pantai yang kemudian akan terisi air asin secara alami. Daerah yang dipakai sebaiknya tidak terlalu tinggi dari permukaan laut karena jika terlalu tinggi akan susah mencapai air. Daerah yang cocok adalah daerah tumbuh tanaman air (daerah rawa). Dengan membuat kolam ikan, Anda akan menciptakan suatu daerah lahan yang produktif pada lahan yang tidak dapat digunakan untuk apapun. Namun, berhati hatilah untuk tidak mengubah terlalu banyak lingkungan alaminya atau merusak daerah sekitarnya karena daerah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pantai dan laut. Ciptakan suatu daerah sealami mungkin dengan memanfaatkan tanaman setempat yang sudah ada. Ikan yang umum dibudidayakan untuk kolam air asin adalah ikan bandeng.
Konstruksi dan pemeliharaan kolam air asin:

• Gunakan cara yang sama untuk ukuran dan bentuk kolam seperti pada kolam ikan air tawar.
• Permukaan air kolam akan naik atau turun mengikuti pasang-surutnya permukaan air laut sehingga harus dibuat cukup dalam agar kolam masih tetap mempunyai air yang cukup ketika air laut mencapai puncak surutnya.
• Batu dan tanaman sepanjang tepi kolam penting untuk melindungi kolam dan mencegah erosi, khususnya apabila
tanahnya sangat berpasir.
• Hama yang paling mengganggu adalah burung, misalnya burung camar, sehingga perlindungan bagi ikan yang dibuat di dalam kolam sangat penting.
• Naungan sangat dibutuhkan untuk menjaga air tetap sejuk. Tanaman air juga membantu
menyediakan pakan bagi ikan.
• Pertimbangan khusus harus diberikan bagi areal di mana buaya bisa muncul. Pagar yang kuat harus dibangun sekeliling kolam untuk melindungi ikan (dan Anda!) dari serangan buaya.
Integrasi Ikan dengan Sistem Lainnya
Ada banyak sistem yang bisa diintegrasikan dengan ikan, seperti ayam, babi, bebek, sayuran, sawah, dan lain-lain. Berikut akan dijelaskan beberapa contoh-contoh yang bias dipakai, namun Anda dapat menggunakan teknik dan gagasan apa saja yang menurut Anda baik.
Sistem Ikan dengan Ayam
Jumlah ayam yang dipelihara disesuaikan dengan ukuran
kolam ikan, banyaknya air, dan jumlah ikannya, misalnya:
• Kolam dengan luas 25 m2 (5 m x 5 m) : 5 ekor ayam.
• Kolam dengan luas 100 m2 (10 m x 10 m) : 5-10 ekor ayam.
• Kolam dengan luas 1000 m2 (20 m x 50 m) : 30-50 ekor ayam.
Kandang ayam bisa ditempatkan di atas kolam, ini member banyak manfaat, seperti kandang ayam bisa berfungsi sebagai naungan dan saat membersihkan kandang, sisa-sisa makanan ayam akan jatuh ke kolam dan menjadi makanan ikan. Rencanakan dimana kandang ayam akan ditempatkan sebelum membangun kolam, khususnya jika kolam itu nantinya dari semen. Kandang ayam harus diberi perlindungan terhadap angin dan hujan, namun masih tersedia cukup ventilasi dan lantai kandang cukup kuat untuk menahan beban manusia ketika membersihkan kandang. Biarkan ayam dalam kandang hingga menjelang tengah hari, agar mereka bertelur dalam kandang. Setelah itu, ayam dapat dilepaskan dan mencari makan di luar. Berikan mereka pakan sore harinya di kandang untuk memanggil mereka kembali masuk kandang. Jika ayam tetap di kandang, mereka harus diberi makan dua kali sehari, pakan dapat berupa kacang-kacangan, jagung, gabah, serta daun segar dan gulma. Jangan lupa menyediakan air minum untuk ayam. Kotoran ayam yang jatuh ke kolam akan bermanfaat bagi ikan sebagai gizi tambahan. Namun, air segar harus tetap ditambahkan ke kolam seminggu sekali untuk menjaga air kolam tetap segar. Kolam dapat dikuras untuk dibersihkan setahun atau dua tahun sekali.
Sistem Ikan dengan Babi
Sistem ini mirip dengan sistem ikan dan ayam. Gunakan 2-3 ekor babi untuk kolam berukuran 100 m2 (10 m x 10 m) atau lebih besar. Kandang babi dapat digunakan untuk memelihara babi yang masih kecil. Babi ini dapat dipelihara dalam kandang sejak umur 2-8 bulan, kemudian ganti dengan anakan babi lainnya. Babi juga dapat dibiarkan lepas di luar kandang, namundiperlukan pagar untuk mengelolanya. Kandang babi sebaiknya dibuat di atas saluran air yang mengalir ke kolam, bukannya di atas kolam. Dengan cara ini, jumlah pupuk dan pakan yang masuk ke dalam kolam dapat diatur.Pupuk dan pakan dari kandang babi yang berlebihan dapat dialihkan atau bisa digunakan sebagai bahan kompos. Di China, pupuk babi dan sisa pakan dijadikan kompos dan kemudian dimanfaatkan untuk kolam ikan.

Sistem Ikan dengan Sawah (Mina Padi)


Ada jenis ikan, seperti lele dan belut, yang secara alami hidup di sawah. Namun, ikan jenis lainnya, seperti nila, gurami, dan mas, dapat juga dibudidayakan asalkan sawah cukup air dan bebas pestisida. Apabila menggunakan areal persawahan yang dekat dengan rumah, akan lebih baik lagi karena mudah mengelolanya. Anak ikan sebaiknya dipelihara dalam kolam terpisah dan dimasukkan ke dalam sawah setelah tanaman padi tumbuh lebih besar. Ini akan mencegah ikan memakan tanaman padi yang masih muda. Sebuah kolam terpisah yang lebih dalam dapat dibuat dan dihubungkan dengan sawah. Menjelang panen, ketika airnya menipis dan lebih hangat, ikan dapat mengungsi secara alami ke dalam kolam terpisah tersebut. Kolam ini sebaiknya dibuat di bagian yang lebih rendah dari sawah. Sistem ini dapat dikelola dengan cara yang sama seperti kolam ikan normal lainnya. Aliran air dan jumlah ikan dapat diatur dengan menggunakan parit dan pintu air.

Manfaat yang bisa diperoleh dari sistem mina padi ini, antara lain:
• Akan diperoleh dua jenis produk yang berbeda dari sawah, yaitu ikan dan padi.
• Beberapa ikan, seperti nila dan gurami, akan memakan larva nyamuk dan mengurangi persoalan nyamuk di sawah, bahkan ikan-ikan itu bisa memakan hama serangga yang dapat merusak padi.

• Kotoran ikan akan memupuki sawah.

• Bagian tanaman padi yang membusuk akan menjadi pakan ikan.
Kolam kecil untuk anakan ikan dapat dibuat di sebelah saluran irigasi yang mengalir ke sawah.

WASPADALAH!
Jika Anda menggunakan pestisida dan herbisida maka Anda akan membunuh ikannya.
Bahkan beberapa pestisida alami pun, seperti tuba dan tembakau, akan terlalu kuat dan
berbahaya (tuba biasa digunakan untuk meracun ikan). Gunakan teknik Pengendalian Hama
Terpadu (PHT) untuk mengelola tanaman padi dan berhati-hatilah dengan pestisida alami.


Sistem Bebek dan Ikan

Memadukan ikan dan bebek memerlukan kolam yang luas dan pengelolaan yang hati-hati. Ada beberapa metode untuk integrasi sederhana yang masih tetap akan memberikan
manfaat. Buatlah sebuah kolam kecil terpisah untuk bebek, di atas kolam ikan. Air yang mengalir dari kolam bebek ke dalam kolam ikan mengandung banyak kotoran bebek sehingga akan menjadi makanan bagi ikan.Bebek harus dipelihara cukup jauh dari kolam ikan karena mereka dapat merusak pinggiran kolam dan memakan anak ikan serta tanaman air. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa membuat:
• Pagar yang rendah di sekitar kolam bebek dan kandang bebek, atau di sekeliling kolam ikan.
• Untuk kolam ikan kecil, Anda dapat membuat suatu kisi-kisi penutup dari bambu. Pastikan masih ada cahaya yang bisa masuk. Penutup ini juga akan melindungi ikan dari burung. Bebek memerlukan kandang, pakan, dan air segar, sama seperti ayam. Mereka bisa dibiarkan di luar selama siang hari dan kembali ke kandang ketika matahari terbenam untuk makan dan tidur. Menanam Sayuran di Musim Kemarau Kolam dari tanah liat dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran saat kolam tak terpakai di musim kemarau. Tanah di bagian dasar kolam sangat kaya akan unsur hara, yang disebabkan kotoran dan dedaunan yang dimasukkan ke kolam ketika sedang dipakai untuk memelihara ikan.Kotoran dan dedaunan itu akan menciptakan lumpur. Tanamlah sayur yang bisa dipanen cepat dalam satu musim. Hati-hati untuk tidak merusak atau melubangi dasar kolam atau lapisan tanah liat yang ada di bawah lapisan lumpur, ini akan membuat kolam bocor. Pilihlah tanaman yang tidak membutuhkan pestisida, karena pestisida bias merusak kesehatan kolam saat dipakai lagi untuk kolam ikan.
Sistem Ikan dengan Sengkedan
Sengkedan menangkap dan menyimpan air hujan. Saat hujan deras, air akan mengalir dari sengkedan satu ke sengkedan lainnya, dan bisa diarahkan untuk menyuplai air ke kolam ikan. Sengkedan juga dapat mengarahkan air yang meluap keluar dari kolam ikan. Jenis-jenis tangkapan air lainnya selain sengkedan, seperti lubang pisang, dan terasering juga dapat digunakan.
Chinampa


Chinampa merupakan istilah dari suatu sistem budidaya pertanian di Meksiko. Sistem ini dapat digunakan di mana terdapat sumber air yang baik dan tanahnya mampu menahan air. Tanah liat adalah jenis tanah yang paling cocok. Jika terdapat sumber air yang terus menerus, chinampa dapat digunakan sepanjang tahun.Chinampa ini dapat digunakan baik pada lahan yang miring maupun pada lahan datar. Chinampa dapat digunakan untuk memelihara ikan dan tanaman air. Lahan di tepi chinampa akan menjadi sangat produktif untuk tanaman sayuran, tanaman buah-buahan, bambu dan sebagainya.
Chinampa pada Lahan Miring


Chinampa dapat digunakan untuk memelihara ikan dan menanam sayuran air pada lahan yang terlalu curam bagi kolam yang besar. Namun, untuk lahan yang sangat curam, akan sulit untuk membuat dan mengelola sistem chinampa. Lahan yang baik digunakan adalah lahan yang miring tapi tidak curam. Pada lahan jenis ini chinampa dibuat sama seperti sengkedan yang paritnya digali sesuai kontur tanah, namun parit untuk chinampa lebih lebar dan lebih dalam dibanding dengan sengkedan. Lebar parit antara 1-2 meter dan dalamnya juga 1-2 meter di bagian tengah parit. Ukurannya tergantung pada kemiringan lahan (chinampa yang lebih kecil untuk lahan yang lebih curam), jumlah lahan, dan apa yang ingin Anda tanam. Ikan memerlukan chinampa yang lebih lebar dan lebih dalam daripada sayuran air. Bedeng-bedeng kecil dapat Anda buat untuk untuk menanam sayuran. Paritnya juga saling berdekatan, berjarak sekitar 3-5 meter untuk masing-masingnya. Air mengalir dari parit ke parit dengan menggunakan pipa atau hanya parit sederhana yang dibatasi batuan. Tanah antar tiap parit akan tetap basah dan ideal untuk menanam sayuran dan tanaman buahbuahan. Tanaman merambat dapat ditanam di bedeng parit, sekaligus berfungsi sebagai naungan.

Chinampa pada Lahan Datar
Chinampa yang dibuat pada lahan datar berukuran lebih besar daripada yang di lahan miring.Namun, sesuaikan ukurannya dengan kebutuban Anda. Chinampa sangat baik untuk mengubah lahan datar yang selalu basah, seperti rawa, menjadi lahan yang sangat produktif. Air mengalir melalui parit-parit, yang bisa juga ditanami kangkung. Pada lahan datar chinampa tidak harus mengikuti kontur (karena tidak ada kontur tanah, tanahnya datar) dan tidak memerlukan pipa untuk mengalirkan air. Parit-paritnya bisa saling berhubungan atau dapat menggunakan saluran buangan. chinampa pada lahan miring chinampa pada lahan datar.
Mengeringkan dan Menyimpan Ikan


Saat panen, sering tersedia ikan dalam jumlah yang banyak, yang tidak habis dikonsumsi atau dijual. Untuk mengurangi ikan yang terbuang, penting untuk mengetahui cara-cara mengawetkan ikan dan menyimpannya agar bisa dipakai dalam waktu yang lama. Sebuah alat pengering dengan tenaga matahari merupakan cara yang baik dan murah untuk mengeringkan ikan, sekaligus melindunginya dari serangga dan hewan .Tempatkan ikan yang telah kering pada tempat yang sejuk, kering, dan terlindungi. Sistem akuakultur terbaik yang dapat Anda ciptakan adalah sistem yang sesuai dengan kebutuban Anda sendiri. Setiap sistem akuakultur akan berbeda karena lahannya berbeda, manusianya berbeda, dan kebutuhannya juga akan berbeda. Gunakan teknik dan gagasan yang Anda sukai dan kembangkan sesuai dengan improvisasi Anda sendiri.

Sumber : http://www.idepfoundation.org/download_files/…/MOD11-akuakultur.pdf

4 thoughts on “Akuakultur

  1. ide yang sangat baik…!
    boleh juga sharing untuk menciptakan ekosistem air kolam untuk budidaya lele dengan padat tebar skala usaha..
    thanks…..aku tunggu karyanya.
    ok aq catat webnya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s