Belajarlah pemaaf seperti anak kecil

3 02 2011

By:Eyin

Jangankan memaafkan,meminta maaf saja sulit.Hati yang sudah terlanjur luka karena tersakiti terasa membekas apalagi ketika berharap kembali seperti sedia kala,susah!Namun kawan,sudahkah kita lihat bagaimana saat anak kecil disakiti?

Begini ceritanya,Kemarin siang adalah jadwalku mengajar les anak-anak SD tetanggaku,awalnya mereka sangat riang,karena setelah ku ajari pelajaran matematika yang dianggap mereka ruwet,kuberi kebebasan menggambar tentang ibu,kebetulan saat itu azan dhuzur.Ku pesankan kepada mereka untuk menggambar dan diwarnai,kutinggalkan mereka di kamarku,sekitar 15 menit ku tinggalkan mereka shalat,ku lihat anak didikku itu..Lah ada adegan dramatis,hihi si Ucik anak kelas 1 SD menangis,ceritanya berengkar sama si Anjar gara-garanya sih rebutan pensil warna -,-‘..Akhirnya ku suruh anjar untuk menjabat tangan ucik,minta maaf maksudnya.Dasar anak kecil,sudah Anjar minta maaf dan si ucik telah kering airmatanya,mereka tertawa lepas,guyon-guyon lagi,kayaknya sudah lupa kalo tadi bertengkar..ya elah..Drag and drop me

Kalau dibandingkan kita nih sebagai orang dewasa(kayaknya..).Ceritanya si puput punya cowok,eh ternyata sohibnya sendiri tega selingkuh sama pacarnya puput..dapat dibayangkan apa yang terjadi puput kalo tahu sohibnya selingkuh sama pacarnya??bisa-bisa perang dunia jilid 3 bakal terjadi,si puput kayaknya bakalan dendam tujuh turunan kale,ketemu si sohib,pasti bakalan jambak-jambakan rambutnya,kayak di sinetron2 gitu..hehe.(makanya jangan pacaran,lah??)

Sobat,Kalau saya pikir dan coba kita pikir,saat seseorang sebut saja sianu memiliki kesalahan kepada kita ,kita sungguh merasa sangat jengkel,hati terasa berat.Pokoknya kalo ketemu si anu mending menghindar,akhirnya kita juga yang repot.Padahal jika hati ini sedikit saja membuka hati untuk memaafkan,maka tentulah seonggok hati ini akan terasa PLONG,gak ada beban marah dan kita lebih mudah tersenyum lagi,ya khan?
Selain itu memaafkan ternyata bermanfaat bagi kesehatan loh, Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar
memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah
. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.

Nah Loh,jadi contohlah anak kecil,ketika mereka disakiti mereka seolah lupa kalau mereka sudah disakiti,bagi mereka yang terpenting adalah..”main lagi”….


Tindakan

Information

4 tanggapan

4 02 2011
juminten

good… keep writing

4 02 2011
Erlin Fitriyanti

thing Qyu mbak…

14 02 2011
jasmineamira

eh iya banget. kita harus jd orang yg pemaaf.
yuuk sama2 belajar jd orang yg pemaaf :D

14 02 2011
Erlin Fitriyanti

iya,biar hati lapang dan gak ada beban..maksih kunjungannya :)
sering2 kesini#katanya kalo suka silaturahim memanjangkan umur
hahaha maksa

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.