Malaikat itu bernama Ummi

4 01 2011


Ini bukan tentang perlombaan..bukan pula kompetisi berpuisi

Ini hanya tentang cerita hati ananda mu ummi..

Untuk Ummiku nun jauh di sana.. untuk malaikat penjagaku yang kasih sayangnya tak pudar

Kukatakan..dengarkan puisi sederhana ini

Agar senantiasa kau tahu,aku amat menyayangimu

Ummi, ku mohon dengarkanlah.. Andai Allah perintahkan manusia bersujud pada ibunya..maka tak kusiakan perintah itu

Akan ku sujudkan kepalaku ,meminta maaf atas kesalahanku yang tak habisnya

Membuatmu menangis,bersedih..membuatmu kelelahan yang berarti

Maafkan aku karena tingkahku

Ingat sekali dalam memori ini.. Bagaimana dulu saat bayi menyusahkanmu

Membangunkanmu yang terlelap tidur

Ingat sekali dalam bayang ini.. Bagaimana dulu saat balita aku merengek meminta barang mahal

Padahal kutahu,engkau sedang tidak punya uang hingga terpaksa kau meminjam uang pada tetangga

Ingat aku bagaimana dulu. Saat SMP,aku membentakmu karena engkau tak cepat menyiapkan sarapan untukku

Dan terakhir ku ingat,aku membuatmu menangis karena kata-kata kasar ku

Sekarang ummi,wanita kecilmu telah jauh darimu

Merantau mencari ilmu di negri orang

Sekarang Ummi,anakmu begitu merindukanmu

Rindu akan sarapan buatanmu

Rindu akan omelan darimu

Rindu akan dekapanmu saat aku sakit

Dan terakhir aku rindu tangisanmu saat aku pergi merantau

Ummi,aku rindu engkau..


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.